Friday, 03 Sep 2010
You are here: Home
Welcome YABIMA
Biogas PDF Print E-mail
Written by Fintria   
Tuesday, 16 February 2010 09:43

Kepiawaian Muhadi memanfaatkan peluang patut diacungi jempol. Di tangan dingin pria ini, warga Dusun Moroseneng, Desa Kedaton, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, kini bisa terbebas dari krisis energi. Bersama Kelompok Tani Usaha Mandiri, Muhadi dkk berhasil mengembangkan teknologi biogas sederhana yang murah meriah.

TEKNOLOGI ini dirancang sangat sederhana. Kandang-kandang sapi yang awalnya berfungsi mengamankan ternak dimanfaatkan menjadi tempat produksi kotoran sapi menggunakan tangki khusus. Dari tangki inilah kemudian dialirkan lagi ke tangki penampung gas sebelum langsung ke kompor di dapur.
Hasil kreativitas kelompok usaha yang beranggotakan warga Desa Kedaton mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga di Dusun Moroseneng. "Yang melatar belakangi kami mengembangkan teknologi biogas sederhana karena krisis energi dan semakin mahalnya bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga saat ini," kata Ketua Kelompok Usaha Mandiri, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur, Muhadi (50).
Muhadi menjelaskan, tahun 2008 ia mengajak anggotanya mengembangkan instalasi kompor biogas sederhana. Ide ini terinspirasi dari pengalaman studi banding dengan petani di Lampung Barat akhir tahun 2008. "Dari pengalaman studi banding itulah saya kemudian berpikir bagaimana membuat teknologi yang lebih sederhana dengan biaya yang lebih murah," katanya.
Muhadi mengungkapkan, bersama rekan-rekannya di Kelompok Tani Usaha Mandiri berhasil memodifikasi instalasi biogas yang lebih sederhana dengan biaya lebih murah. "Ini semua instalasi termasuk kompornya cuma habis Rp700 ribu. Kalau yang di Lampung Barat butuh biaya awal sekitar Rp 2,5 juta," ungkapnya.

Last Updated on Sunday, 21 March 2010 13:25
Read more...
 
Aksi Damai Anti Korupsi PDF Print E-mail
Written by Fintria   
Thursday, 10 December 2009 12:42

Sedianya, berbagai elemen : GKSBS dari berbagai wilayah, Forum Pemuda GKSBS , YABIMA, Umat Hindu, Umat Islam, RS Mardi Waluyo dan LSM-LSM di Metro yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi mengadakan aksi damai dalam bentuk doa bersama di Lapangan Samber.  Aksi ini dilakukan dalam rangka Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati tanggal 9 Desember.
Aksi direncanakan jam 4 sore. Jam 3 Panitia kecil yg terdiri dari teman-teman Forum Pemuda GKSBS dan Yabima sudah di mempersiapkan segala keperluan di Lapangan, spanduk dan tulisan di kertas karton mulai di Pajang. Beberapa umat Hindu sudah datang. Tapi mendung semakin gelap, melihat suasana yg sepertinya kurang memungkinkan, umat Hindu pun pulang. Yang tersisa adalah FP GKSBS dan Yabima, serta beberapa orang yang lewat terus berhenti dan melihat. Simpatisan terbanyak adalah justru anak-anak sekolah, karena lapangan samber berdekatan dengan sekolah. Bahkan sempat kami nyanyi Indonesia Raya bersama mereka.

Ya kurang lebih setengah jam orasi, sempat diliput wartawan Tribun dan LTV, trus hujan mengguyur. Sempat bertahan dilokasi selama 1/2 jam, tapi karena kami semua kedinginan, ahirnya bergerak ke YABIMA.

Ternyata ada beberapa elemen yg datang ke lapangan setelah kami di Yabima, mereka adalah Pemuda dari GKSBS Bandarjaya (salut untuk smangatnya!), bahkan yang dari Lampung Timur pun( Trukajaya) datang kemudian mereka di arahkan ke Yabima juga. Akhirnya Aksi ini dilanjutkan dengan diskusi "Mengapa Korupsi Harus Segera Di Berantas", dan beberapa jawabannya adalah :
Karena korupsi Seorang ibu kehilangan haknya untuk melakukan proses kelahiran secara layak, sehingga angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi.
Karena korupsi membuat anak busung lapar.
Korupsi membuat kekayaan Indonesia dimiliki oleh Asing.
Dll

Lalu bagaimana cara kita memulai memberantas korupsi yang padahal kita sendiri pernah/sering melakukannya :
DIMULAI DARI DIRI SENDIRI, DARI HAL KECIL DAN SEKARANG!
MARI DOAKAN BANGSA KITA AGAR TERBEBAS DARI KORUPTOR.

 
Tentang Biogas PDF Print E-mail
Written by Fintria   
Thursday, 10 December 2009 12:07

Staf Penanggung Jawab Program Peternakan Yayasan Yabima Ester Lestariningsih mengatakan untuk memenuhi kebutuhan biogas per rumah diperlukan sedikitnya kotoran dari dua ekor sapi. Kotoran dari dua ekor sapi tersebut dapat dibuat menjadi biogas yang mampu digunakan memasak selama dua jam.
Menurut Ester, selain kotoran sapi, kotoran kambing pun dapat diubah menjadi biogas. Namun, kotoran kambing mengandung sedikit metana. Mengubah kotoran kambing menjadi biogas membutuhkan waktu yang lebih lama karena sulit menghancurkan kotorannya.
Ester mengungkapkan untuk membuat peralatan biogas hanya dibutuhkan dana Rp700 ribu. Dana tersebut digunakan membuat bak penampungan kotoran, selang penghubung gas, plastik tempat penampungan gas, dan kompor. Biaya tersebut lebih murah dari perhitungan Dinas Peternakan. Dinas Peternakan menghitung biaya Rp2,5 juta untuk membuat alat biogas.
Pembuatan
Cara membuat biogas relatif mudah. Pertama menghancurkan kotoran sapi hingga menjadi cairan. Kotoran sapi dicampur dengan air sampai larut kemudian ditampung dalam bak penampungan. Dibutuhkan waktu empat hingga lima hari untuk menghasilkan gas metana.

Read more...
 
Desa Mandiri Energi PDF Print E-mail
Written by Fintria   
Thursday, 10 December 2009 11:55

Dapur milik Darti kini tidak bau asap akibat kompor minyak tanah. Sudah lebih dari satu tahun Darti meninggalkan pemakaian kompor minyak. Kini, ibu rumah tangga ini beralih menggunakan kompor biogas yang diolah dari kotoran sapi.
Darti bersama sembilan ibu rumah tangga di Dusun Moroseneng, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, kini telah beralih menggunakan biogas dari kotoran sapi.
Awalnya Darti tidak percaya bahwa kotoran sapi bisa diolah menjagi gas dan dijadikan bahan bakar untuk memasak. Namun, setelah beberapa ibu rumah tangga tersebut diajak ke Liwa, Lampung Barat, mereka baru percaya bahwa kotoran sapi bisa menghasilkan api layaknya gas elpiji. "Apinya biru sama seperti kompor gas elpiji," kata Darti.
Menurut Darti, saat masih menggunakan kompor minyak tanah, dia mengeluarkan uang sebesar Rp25 ribu untuk memasak selama satu minggu. Kini, dia tidak perlu lagi membeli minyak tanah karena kebutuan bahan bakar untuk memasak sudah tercukupi dengan biogas.
"Biogas sudah mencukupi untuk memasak sehari-hari. Kalau ada acara keluarga, baru menggunakan kompor minyak," ujarnya.Uang untuk membeli minyak tanah bisa ia tabung untuk biaya sekolah putrinya. Selain hemat, kata dia, memasak dengan biogas juga lebih cepat dibandingkan menggunakan kompor minyak.
Kompor biogas tidak membuat alat masak menjadi hitam sehingga lebih mudah dicuci. Asap dari kompor biogas tidak sebanyak kompor minyak. "Api dari kompor biogas tidak menimbulkan bau," kata dia.

Last Updated on Thursday, 10 December 2009 12:01
Read more...
 
Informasi kegiatan PDF Print E-mail
Written by Fintria   
Monday, 02 November 2009 12:48

Puji dan syukur kepada Allah yang senantiasa menyertai Yabima dalam melayani masyarakat. Yabima yang pada bulan ini berusia 20 tahun, tepatnya pada tanggal 28 Oktober, dalam tiga tahun terakhir telah melayani kurang lebih 3000 KK.
Dalam bulan Oktober ini, ada beberapa kegiatan yang telah kami lakukan. Diantaranya, bekerja sama dengan pemerintah desa, Yabima telah melakukan Lokakarya Pemetaan Asset Ekonomi Desa secara Apresiatif (AI-ABCD) yaitu di desa Kibang pada tanggal 21-22 Oktober dan di desa Purwokencono pada tanggal 28-29 Oktober 2009.
Bersyukur untuk antusias peserta yang terdiri dari perangkat desa(Kepala desa, Sekretaris desa, dan stafnya), BPD, para Kadus, para RT, dan berbagai elemen masyarakat. Di desa Kibang, ada 35 peserta yang mengikuti lokakarya ini dan ada beberapa tindak lanjut yang masih akan di kerjakan oleh Yabima bersama dengan Desa dan Kelompok-kelompok taninya. Begitu juga di desa Purwokencono, ada 50 orang yang hadir dalam lokakarya ini, dan masih ada tindak lanjut yang akan dikerjakan bersama.

Dalam bulan November, tentunya masih banyak hal yang masih harus dikerjakan oleh Yabima. Harapan kami Yabima tetap bisa melayani masyarakat dan kelompok-kelompok tani.
Terima kasih.

Last Updated on Monday, 02 November 2009 13:29
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2